Fakta Mengenai Varian Omicron

Fakta Mengenai Varian Omicron – Omicron sendiri adalah varian virus baru penyebab Covid-19 yang pertama kali terjadi di Afrika Selatan pada akhir November 2021 lalu. Sejak kemunculan pertamanya itu, varian Omicron Covid ini sendiri ternyata telah menyebar ke berbagai negara, salah satunya Indonesia. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melaporkan bahwa ada satu kasus Omicron Indonesia yang dialami oleh salah satu petugas kebersihan di Wisma Atlet Jakarta. Kemudian, Kemenkes mengumumkan kembali dua pasien yang terkonfirmasi terpapar dengan varian Omocron sehingga total kasus Omicron di Indonesia sendiri telah bertambah menjadi tiga orang.

Fakta Mengenai Varian Omicron

Berikut ini adalah hal yang sudah diketahui dari varian Omicron

1. Sangat cepat menyebar

Varian Omicron disebut katanay bisa dianggap sebagai ancaman Judi Slot Online terbesar dalam upaya untuk mengakhiri pandemi ini. Para ali berpendapat, varian Omicron ini sendiri memiliki lebih dari 30 mutasi pada protein lonjakan virus yang menyebabkan vaksin Covid-19 dan terapi monoklonal ini sendiri menjadi tidak efektif dalam membentuk kekebalan tubuh. Selain itu juga, mereka juga menjelaskan ada kemungkinan bahwa mutasi dalam membuat virus Omicron ini sendiri lebih mudah untuk menyebar. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia baru-baru ini mengatakan bahwa varian Omicron ini sendiri lebih cepat menular dibandingkan varian virus corona yang telah terdeteksi sebelumnya.

2. Gejala Omicron

Meski terlihat mirip, gejala Omicron sendiri tampaknya sedikit berbeda dengan varian virus Covid sebelumnya. Dikutip dari Good to Know, dokter sekaligus Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, Dr Angelique Coetzee memaparkan sejauh ini pasien yang telah terkena virus covid varian Omicron hanya mengeluhkan sakit kepala, nyeri di seluruh tubuh, dan kelelahan yang parah. Lebih lanjut, dia berkata gejala varian Omicron sedikit berbeda dari yang sebelumnya, yakni sakit tenggorokan ringan, gatal di tenggorokan, tidak batuk, serta tidak kehilangan penciuman atau anosmia.

3. Disebut “lebih ringan”

Direktur jenderal WHO, Tedros Adhanom berkata, laporan awal WHO menemukan varian Omicron dikatakan memiliki gejala yang “lebih ringan” dibandingkan varian sebelumnya. Karena para peneliti menganalisis varian virus baru, dan melihat kasus-kasus di Afrika Selatan, di mana varian Omicron ini sendiri terdeteksi pertama kali menunjukkan bahwa virus ini menyebabkan penyakit yang tidak separah varian dari virus Delta. Pejabat kesehatan Afrika Selatan pun berkata, pasien yang dirawat di rumah sakit akibat terpapar varian Omicron hanay 20% lebih sedikit dibandingkan gelombang infeksi varian Delta.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>